It works 16 mix of NLP.
Power of WordsWhen training at a private college, onea very interesting subject of how the influence of "words"in our lives. Indeed, according to science communication, words onlycontributed 7%, compared to 38% and intonationphysiological (body language) by 55%. Although a small contribution, ifa word repeated constantly it will affectthoughts and feelings. Let us prove it!
Try to imagine in one afternoon rains. Youspotted a small child. They each bring aumbrella in his hand. Regardless of their body drenched.And sometimes they too cold body by pouring rain.Those with a passion started running here and there tooffer his services to any passers-by. Yes, they arechildren a motorcycle umbrella. When viewing the rain in their mindssaid that fortune. Words fortune .... rain .... rain fortune ... continueechoed in the minds of the children pengojek umbrella.
Now imagine when you as a parent. SuddenlyChance of rain in the middle of the road. When it is your child's home school.His clothes were soaked. You also say your child lepada words"Rain ... rain ... sick sick ...." And the words you say even this is alwaysrepeatedly. In the mind of your young child.
The problem is how the program canembedded in their subconscious mind? Of course the answer isinfluence the words we use every day repeatedly.Either through writing, pictures, words or by deeds. Incycle childhood positive comments received as children75 times, compared to the negative comments that have received as much as 460
times. Try to imagine when a child under the age of fiveyears, if each day were served him swear words / curses of theparents. Of course, the content of the program in its most wordscalumny or curse them.
Question:
The words what ever you put in YOUR mind duringThis?
Sabtu, 29 September 2012
Jumat, 28 September 2012
KOLONEL HARLAND SANDERS

Kolonel Harland Sanders, lahir pada tanggal 9
September 1890. Mulai aktif dalam
mewaralabakan (franchise) bisnis ayamnya
pada usia 65 tahun. Saat ini, usahanya yang
dikenal dengan Kentucky Fried Chicken atau
KFC® telah tumbuh menjadi salah satu yang
terbesar dalam sistem makanan siap saji di
dunia. Sosok Kolonel Sanders, pionir dalam restoran siap saji
menjadi simbol dari semangat kewirausahaan.
Lebih dari satu miliar ayam goreng hasil resep Kolonel
dinikmati setiap tahunnya. Dan itu tidak hanya di Amerika
Utara. Bahkan tersedia hampir di 80 negara di seluruh dunia.
Pada umur 6 tahun, ayahnya meninggal dunia. Ibunya sudah
tidak bisa bekerja lagi, dan Harland muda sudah harus
menjaga adik laki-lakinya yang baru berumur 3 tahun dan
suster bayinya. Dengan kondisi ini ia harus memasak untuk
keluarganya. Pada umur 7 tahun ia sudah pandai memasak di
beberapa tempat memasak. Pada usia 10 tahun ia
mendapatkan pekerjaan pertamanya didekat pertanian
dengan gaji 2 dolar sebulan. Ketika berumur 12 tahun ibunya
kembali menikah dan ia meninggal rumah tempat tinggalnya
dekat Henryville, Ind., untuk mendapatkan pekerjaan di
pertanian di daerah Greenwood, Ind. Dia berganti-ganti
pekerjaan selama beberapa tahun, pertama sebagai tukang
parkir pada usia 15 tahun di New Albany, Ind., dan kemudian
sebagai pada usia 16 tahun menjadi tentara yang dikirim
selama 6 bulan di kuba.
Setelah itu ia menjadi petugas pemadam kebakaran, belajar
ilmu hukum melalui korespondensi, praktik dalam pengadilan,
asuransi, operator kapal feri, penjual ban, dan operator
bengkel. Pada usia 40 tahun Kolonel mulai memasak untuk
orang yang yang bepergian yang singgah di bengkelnya di
Corbin, Ia belum punya restoran pada saat itu, tetapi ia
menyajikan makanannya pada meja makannya di ruang
makan di bengkelnya.
Semakin banyak orang yang datang ke tempatnya untuk
makan, akhirnya ia pindah ke seberang jalan dekat
penginapan dan restoran yang kapasitasnya 142 orang.
Selama hampir 9 tahun ia menggunakan resep yang
dibuatnya dengan teknik dasar memasak hingga saat ini.
Citra Sander semakin baik. Gubernur Ruby Laffoon memberi
penghargaan Kentucky Colonel pada tahun 1935 atas
kontribusinya bagi Negara bagian cuisine. Dan pada tahun
1939, Keberadaannya pertama kali terdaftar di Duncan Hines
"Adventures in Good Eating."
Pada awal tahun 1950 jalan raya baru antar negara bagian
direncanakan melewati kota Corbin. Melihat akan berakhir
bisnisnya, Kolonel menutup restorannya. Setelah membayar
sejumlah uang, ia mendapatkan tunjangan sosial hari tuanya
sebesar $105. <!--more-->
Kamis, 27 September 2012
ABDULLAH GYMNASTIAR (AA GYM)
SUKSES BISNIS DENGAN AKHLAK
“Kalau kita mau sukses,
kunci pertama adalah jujur,
dengan bermodalkan
kejujuran, orang akan
percaya kepada kita. Kedua,
professional. Kita harus cakap sehingga siapapun
yang memerlukan kita merasa puas dengan yang kita
kerjakan. Ketika, inovatif, artinya kita harus mampu
menciptakan sesuatu yang baru, jangan hanya
menjiplak atau meniru yang sudah ada.”
K.H. Abdullah Gymnastiar.Sosok kyai muda ini sering kali muncul di acara televisi secara
langsung yang selalu dihadiri oleh ribuan massa menjadi ciri
khas dan fenomena tersendiri. Beliau adalah K.H. Abdullah
Gymnastiar atau biasa dipanggil Aa Gym, pimpinan pesantren
Daarut Tauhid Bandung. Aa Gym memulai pendidikan formal
awal di SD Damar sebuah SD swasta yang kini sudah
dibubarkan. Sekolah ini cukup jauh dari rumahnya, sekitar tiga
kilometer. Masa itu, pilihan satu-satunya ke sekolah adalah
berjalan kaki. Menjelang naik ke kelas 3 SD, pindah ke KPAD
Gegerkalong. Aa Gym pun pindah sekolah ke SD Sukarasa 3.
Bakat saya mulai berkembang dan nilai prestasi sekolah pun
cukup bagus. Terbukti ketika tamat, beliau terpilih menjadi
ranking terbaik II di sekolah dengan selisih satu nilai saja
dibandingkan ranking I. Di bidang seni, bakat beliau juga
berkembang, seperti menggambar dan menyanyi. Sejak itu
pula Aa Gym sering ditunjuk menjadi ketua kelas dan aktif
dalam gerakan Pramuka. Jiwa dagang Aa Gym sudah
terbentuk sejak TK, terbawa-bawa hingga di Sekolah Dasar.
Misalnya, beliau pernah menjual petasan yang memang pada
waktu itu belum dilarang seperti sekarang. Alhasil, beliau
pernah mendapat teguran dan pengurus DKM masjid. Namun,
pada waktu itu beliau belum begitu mengerti ilmu agama
dengan baik. Setelah lulus SMA dan memasuki kuliah Aa Gym
tidak lulus tes Sipenmaru. Aa Gym mencoba daftar ke
Pendidikan Ahli Administrasi Perusahaan (PAAP) Universitas
Padjadjaran, yaitu sebuah program D3 di Fakultas Ekonomi.
Alhamdulillah beliau diterima. Namun, kuliah di sini hanya
bertahan selama tahun. Beliau lebih sibuk berbisnis daripada
mengikuti kuliah. Teman-teman kuliah pun lebih mengenal
beliau sebagai “tukang dagang”. Selepas PAAP, beliau masuk
ke Akademi Tekhnik Jenderal Abmad Yani (ATA, sekarang
Unjani). Kampusnya waktu itu sangat sederhana karena
menumpang di SD Widyawan atau kadang di PUSDIKJAS.
Maklum, karena pemiliknya adalah Yayasan Kartika Eka Paksi
milik Angkatan Darat. Selama kuliah di ATA, beliau
mengontrak sebuah kamar di pinggir sawah karena benar-
benar ingin melatih hidup mandiri. Soal prestasi, banyak yang
telah diraih. Beliau mengikuti lomba menggambar, mencipta
lagu, baca puisi, sampai lomba pidato. Allhamdulillah, beliau
selalu meraih juara, walaupun yang mengadakannya adalah
senat mahasiswa dan kebetulan beliau sendirilah ketuanya.
Selain menjadi ketua senat, beliau juga menjadi komandan
resimen mahasiswa (Mlenwa) di ATA, maklumlah saingan di
kala itu sedikit. Kegiatan berbisnis masa kuliah juga semakin
menggebu. Beliau pernah membuat usaha keset dan perca
kain. Beliau juga jadi penjual baterai dan film kamera kalau
ada acara wisuda. Aa Gym juga sempat menjadi supir angkot
jurusan Cibeber-Cimahi sekedar menambah pemasukan. Inti
dari semua ini, memang Aa Gym sangat senang untuk
membiayai kebutuhan sendiri tanpa menjadi beban siapa pun.
Selain itu, beliau juga melatih diri untuk tidak dibelenggu oleh
gengsi dan atribut pengekang lainnya. Aa Gym telah
menyelesaikan program sarjana muda di ATA walaupun
belum mengikuti ujian negara. Berarti, beliau memang tak
berhak menyandang gelar apa pun. Bahkan, sampai saat ini ijazahnya pun belum beliau ambil dari kampus. Memang sesudah itu ada upaya untuk melanjutkan kuliah sampai S1,
terutama karena dorongan teman-teman dan beberapa dosen
yang baik hati. Beberapa kegiatan perkuliahan pun diikuti.
Akan tetapi, setelah menelusuri hati, ternyata hanya sekedar
untuk mencari status belaka, dan hal itu tak cukup kuat untuk
memotivasi menyelesaikan kuliah. Mungkin hikmahnya untuk
<!--more--> optimis untuk maju dan sukses.
Untuk menyempurnakan ibadah dan melaksanakan sunnah,
Aa Gym pun menikah. Tepat dua belas Rabiul Awal tahun
1987 adalah salah satu titik sejarah bagi kehidupan beliau
dengan diucapkannya ijab kabul. Gadis yang menjadi pilihan
beliau adalah Ninih Muthmainnah. Pernikahan yang
dilaksanakan di Pesantren Kalangsari, Cijulang,ini dihadiri
oleh banyak ulama karena memang berada di lingkungan
pesantren. Beliau menikah dengan resepsi ala kadarnya.
Bahkan, untuk menghemat jamuan bagi tamu, digunakan niru
(nampan) sehingga satu niru bisa menjamu 8 orang sesudah
menikah, kami tinggal di rumah orang tua di Kompleks
Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Gegerkalong, Bandung.
Aa Gym bertekad untuk memberi nafkah kepada keluarga
dengan uang yang jelas kehalalannya. Jelas tak mungkin
rumah tangga akan berkah dan bahagia jika ada makanan
atau harta haram yang dimiliki. Untuk itu, beliau mulai merintis
usaha kecil-kecilan. Usaha-usaha yang beliau rintis antara lain
1. Buku. Setiap pagi beliau berjualan buku di Masjid al-
Furqon, IMP Bandung. Sambil belajar tafsir dan ilmu hadits di
sana, beliau memikul kardus berisi buku-buku agama untuk
dijual. Jadi, sambil menuntut ilmu juga mencari rezeki.
Alhamdulillah, usaha kecil inilah yang menjadi cikal bakal toko
buku dan sekarang berkembang menjadi supermarket yang
saat ini sudah dikelola dan diserahkan kepada Koperasi
Pondok Pesantren (Kopontren) Daarut Tauhid.
2. Handicraft. Sambil mengajar di madrasah KPAD, beliau
membuat hasil kerajinan bersama anak-anak pada sore
harinya. Usaha ini terus berkembang hingga bisa membeli
mesin gergaji. Sejak itu kami banyak menerima order plang
nama serta order sablonan. Dari usaha sederhana inilah
kemudian berkembang menjadi usaha percetakan dan
penerbitan buku. Subhanallah, benar-benar semuanya dimulai
dari hal yang kecil.
3. Konveksi. Mengingat istri beliau punya keterampilan
menjahit, maka untuk menambah penghasilan keluarga, beliau
menabung agar bisa membeli mesin jahit bekas.
Alhamdulillah, order jahitan berkembang dan bisa mengajak
beberapa muslimah untuk ikut bergabung. Kadang seminggu
sekali kami berbelanja untuk membeli kain yang dijual kiloan..
Dari kegiatan dan perjuangan inilah cikal bakal lahirnya usaha
<!--more-->
“BILL” WILLIAM H. GATES
"One thing I love about this [decade] is
this is a period where the reality is
driving the expectation."
Bill Gates, 2004
International Consumer Electronics Show Keynote
William Henry Gates III lahir pada tahun 1955, anak kedua
dari tiga bersaudara dalam keadaan sosialnya terkemuka di
Seattle, Washington. Ayahnya seorang pengacara dengan
perusahaan yang punya banyak koneksi di kota, dan ibunya
seorang guru, yang aktif dalam kegiatan amal. Bill seorang
anak yang cerdas, tetapi dia terlalu penuh semangat dan
cenderung sering mendapatkan kesulitan di sekolah. Ketika
dia berumur sebelas tahun, orang tuanya memutuskan untuk
membuat perubahan dan mengirimnya ke Lakeside School,
sebuah sekolah dasar yang bergengsi khusus bagi anak laki-
laki.
Di Lakeside itulah pada tahun 1968 Gates untuk
pertama kalinya diperkenalkan dengan dunia komputer, dalam
bentuk mesin teletype yang dihubungkan dengan telepon ke
Bill Gates
sebuah komputer pembagian waktu. Mesin ini, yang disebut
ASR-33, keadaannya masih pasaran. Pada pokoknya ini
sebuah mesin ketik yang kedalamnya siswa bisa memasukkan
perintah yang dikirimkan kepada komputer; jawaban kembali
diketikkan ke gulungan kertas pada teletype. Proses ini
merepotkan, tetapi mengubah kehidupan Gates. Dia dengan
cepat menguasai BASIC, bahasa pemograman komputer, dan
bersama dengan para hacker yang belajar sendiri di Lakeside,
dia melewatkan waktu ber-jam-jam menulis program,
melakukan permainan, dan secara umum mempelajari banyak
hal tentang komputer. “Dia adalah seorang ‘nerd’ (eksentrik),”
sebagaimana salah seorang guru memberikan Gates julukan
itu.
Sekitar tahun 1975 ketika Gates bersama Paul Allen
sewaktu masih sekolah bersama-sama menyiapkan program
software pertama untuk mikro komputer. Seperti cerita di
Popular Electronics mengenai “era komputer di rumah-rumah”
dan mereka berdua yakin software adalah masa depan. Inilah
awal Microsoft. Komunikasi yang sederhana: Paul dan Gates
membicarakan coke dan pizza. Tidak ada orang yang
memperhatikan sungguh-sungguh pendapat kami. Semuanya
berubah dalam dua dekade terakhir.
Gates masih tetap menyukai junk food, tetapi ia juga
menghabiskan waktu dua jam sehari membaca dan menjawab
electronic mail yang dikirim 15.000 karyawan Microsoft.
Selain itu banyak sekali email dari dari luar Microsoft.
Pertanyaan beragam, mulai dari bagaimana
pengalaman orang berkeluarga (menyenangkan!), film apa
yang saya sukai (Schindler’s List dan Shadowlands), sampai
pertanyaan rumit yang harus membuka dulu buku untuk bisa
menjawabnya (dan kebetulan saja juga menulis buku!).
Persoalannya, Gates menghabiskan waktu sepanjang
hari menjawab email dan berceramah atau mengelola
perusahaanya.
Gates mencoba menjalankan keduanya, tetapi ia tidak
berkesempatan banyak berkomunikasi dengan kelompok yang
beragam dan banyak sekali email yang tidak sempat dijawab.
Gates senang sekali menulis karena melalui tulisan ini
membuatnya bisa berkomunikasi dengan kelompok yang lebih
beragam tanpa harus teredit hingga terpotong-potong atau
tersaring oleh persepsi seseorang.
Kenyataannya tidak semua pertanyaan diajukan
melalui email.
Kadang orang mencegat Gates di Bandar udara atau
mendesaknya untuk menjawab pertanyaan di pameran-
pameran komputer atau anak Sekolah mengirim surat
kepadanya.
Seorang mahasiswa baru-baru ini menanyakan satu
pertanyaan yang penting untuk dia. Yang ingin diketahuinya
bukanlah sesuatu yang sangat filosofis, seperti yang mungkin
anda duga misalnya mengenai ekonomi pasar bebas.
Ia hanya ingin tahu, “apakah Gates sudah terlambat
terjun ke industri software dan membangun sebuah
perusahaan kemudian menjadi kaya?”.
Gates senang mendapat pertanyaan itu dan
jawabannya selalu sama, “Inilah saatnya terjun ke bisnis
software.”
Gates tidak mengatakan Anda bisa membangun
Microsoft lainnya. Tetapi paling tidak Anda bisa mendapatkan
omset penjualan dua juta dollar setahun dengan menjual
10.000 kopi produk senilai 200 dolar AS.
Cukup lumayan dan bisa terjadi kapan saja.
Karena Gates ingat bagaimana menariknya memulai
sebuah perusahaan software, ia juga menikmati cerita
keberhasilan orang lainnya.
Perusahaan software yang kecil selalu perlahan-lahan
mulainya.
Perusahaan dimulai seseorang yang memiliki
gagasan. Ia, pria atau wanita, mencari beberapa teman yang
tahu bagaimana membuat program dan mereka kemudian
menelorkan sebuah produk.
Banyak sekali karya kesenian yang mereka lakukan
karena mereka peduli dengan pekerjaan itu.
Biasanya mereka membuat produk untuk satu
pelanggan dan karena hasilnya memuaskan, mereka segera
mendapat pembeli lainnya.
Jika Anda ingin memulai sebuah perusahaan, strategi
utamanya temukan lingkungan sosial yang pas.
Lupakan keinginan menciptakan program pengolah
kata untuk menulis, atau program spreadsheet untuk
menganalisis keuangan, atau produk utama lainnya yang
saingannya sudah banyak.
Sebaliknya, ciptakan produk yang bisa menolong
penggunanya mengerjakan pekerjaan spesifik atau bisa
memberikan informasi praktis dalam bidang seperti obat-
obatan, asuransi, akunting, arsitektur atau bidang
pemerintahan.
Software seperti itu mendatangkan peruntungan yang
kecil-kecilan.
Jika Anda tidak puas dengan peruntungan yang kecil-
kecilan itu, Anda harus sampai pada tahapan peralihan
generasi. Kali ini mahal dan berisiko.
Setiap beberapa tahun satu generasi teknologi
memberikan jalan baru. Ingat munculnya IBM PC di awal
tahun 1980-an.
Microsoft bertaruh IBM PC akan menjadi penting.
Kemudian Microsoft menciptakan sistem operasi MS-DOS
untuk IBM PC.
Hasilnya Microsoft menjadi pelopor dalam software
sistem operasi.
Tidak ada yang pernah mendengar mengenai Lotus
sampai satu pemikiran cemerlang melaksanakan perubahan
generasi menciptakan Lotus 1-2-3 spreadsheet pertama yang
dirancang khusus untuk IBM PC.
Apple’s Macintosh dan Microsoft Windows adalah
sang pemenang selanjutnya, ketika dunia menginginkan
pengolahan grafik dan meninggalkan program lama yang
hanya menampilkan teks.
Untuk mendapatkan kemenangan besar, anda pun
harus mengkonsentrasikan diri pada perubahan generasi,
sesuatu yang diabaikan perusahaan besar. Dan taruhannya
mahal sekali.
Baru-baru ini sejumlah wiraswastawan berspekulasi
software yang bisa digunakan pemakai komputer dengan cara
menulis dengan tangan – bukan lagi menekan pada huruf –
akan menjadi generasi baru software pengolah kata ada
spreadsheet.
Mereka memulai menciptakan produk baru yang
mereka pikir akan memenangkan persaingan. Mereka salah.
Suatu spekulasi besar. Apa yang harus saya anjurkan pada
seorang mahasiswa yang ingin menjadi wiraswastawan
software?
Pelajari untaian sebuah perusahaan yang sudah ada.
Carilah lingkungan sosial anda sendiri.
Berhubunganlah dengan modal ventura.
Temukan orang yang cerdas.
Dan jangan lupakan coke dan pizza.
Percayalah, akan ada banyak pekerjaan di malam
yang larut.
HELMUT WERNER

MEMBANGUN BRAND MERCEDES BENZ
Penampilan dan gayanya “tidak mencerminkan
seorang pemimpin bisnis jempolan seperti halnya Edzard
Reuter. Kewiraswastaannya tidak begitu cemerlang seperti
Werner Niefer. Lagi pula ia tidak mempunyai konsep strategis
yang cerdik dan unggul seperti yang dimiliki Eberhard von
Kuenheim atau Carl Horst Hahn. Kalau begitu, apa
sebenarnya kelebihan Helmut Werner.
Tatkala ia memulai kariernya di Uniroyal, ia terus
menanjak sampai memegang jabatan direktur pelaksana
untuk wilayah Eropa. Kemudian ia menjadi anggota direksi
termuda pada produsen ban Contri dan beberapa tahun
kemudian menduduki jabatan direktur utama pada perusahaan
itu. Setelah itu, pada musim gugur 1987 ia diangkat untuk
mengepalai dewan pengawas Daimler Benz AG di bidang
kendaraan serba guna, sekaligus menjadi calon kuat
pengganti direktur utama perusahaan mobil bergengsi itu,
Werner Niefer.
Selain itu, Helmut Werner bersama Juergen Schrempp
yang berpeluang pula untuk menduduki jabatan presiden
direktur perusahaan holding Mercedes yang kini dipegang
Edzard Reuter. Helmut Werner mendapat sorotan dari segala
penjuru. Penampilan Helmut Werner yang tinggi ramping dan
elegan dalam berbusana memberi kesan menarik. Wajahnya
masih nampak muda dan pandangan matanya yang berwarna
coklat kehitaman itu berkesan bersahabat. “Saya ini memang
agar mujur,” kata ayah dua putra yang menjelang dewasa.
Kata-kata lain yang sering ia ucapkan, “Hidup ini memang
indah dan mempesonakan”.
Sikap mental yang ceria seperti itu hanya dimiliki oleh
salah seorang asal Reionland, memang tepat. Helmut lahir di
Koeln kemudian dibesarkan di Sauerlan. Pendidikan SMA-nya
ia selesaikan di Frankfurt dan Bonn. Di Koeln itu ia
mempelajari ekonomi perusahaan.
Helmut Werner yang memimpin 90 ribu karyawan,
tidak menguasai orang-orang itu, melainkan mendorong
mereka. Sebagai atasan, ia diduga tidak mengetahui
bagaimana cara-cara mempengaruhi anak buahnya. Ia orang
yang sanggup bekerja dengan ragu dan bukan tipe manusia
yang gemar bertarung sendiri. Di situlah letak keunggulan dan
bakatnya. Ia sendiri menyebut hal itu sebagai temperatem
yang berimbang atau sifat pembawa rezeki. Edzard Reuter
sendiri merekomendasi dia sebagai orang yang sanggup
menggerakkan massa yang dinilai lebih penting daripada
kesanggupan untuk melakukan segala sesuatunya seorang
diri.
Jelas sekali bahwa sikap, sifat, dan bakat yang ada
pada Helmut Werner berasal dari pengalaman yang
diperoloeh dari rumah orang tuanya. Dalam keluarga itu,
Helmut berperan sebagai Primus Inter Pares atau orang
nomor satu di antara lima bersaudara. Adik-adiknya ingin
diperlakukan sebagai anak sulung, hal itu membahayakan
posisi Helmut dalam keluarga itu. Dengan demikian, ia harus
setiap kali menegaskan posisinya sebagai anak sulung hal ini
membahayakan posisi Helmut dalam keluarga. Dengan
demikian, ia harus setiap kali menegaskan posisinya sebagai
sulung dalam persaingan dengan adik-adiknya sendiri. Dalam
hal ini berlaku hukum, yang terkuat adalah raja, suatu posisi
yang ia harus berulang kali buktikan. Bagi Helmut Werner
untuk membuktikan keunggulannya. Helmut sendiri mengaku
dirinya bukan seorang pelajar yang baik. Itu yang sangat
memprihatinkan ayahnya yang direktur Bank Sparkasse. Ia
lebih suka membuktikan keunggulannya bukan di sekolah,
melainkan di lapangan bola; sebagai perenang, pemain bola
air, menyelam, dan ski atau balap sepeda.
Menurut Helmut Werner, “Saya kesurupan untuk
bersaing dan bahwa rahasia keberhasilan dalam
kepemimpinan itu terletak pada kemampuannya, menyiapkan
orang lain siap melakukan sesuatu. “Dengan demikian, ia
sendiri tidak perlu melakukan sesuatu apa pun. Efisiensi yang
dia kembangkan adalah pada dualisme itu, termasuk
memanfaatkan keberhasilan staf pegawai serta memupuk
hubungan persaudaraan dan memberi peluang penembangan
diri pada pegawainya. Tetapi, semua itu masih belum
memadai. Karena di balik itu semua masih ada ambisi,
disiplin, serta kerja keras bukan untuk sekedar menang,
melainkan harus menang.
Pada awalnya Helmut Werner ingin menjadi peneliti
ekonomi, tetapi cita-cita itu dibatalkannya setelah ia diterima
sebagai trainee pada perusahaan ban mobil, Englebert & Co
di Aachen, anak perusahaan Amerika Uniroyal pada tahun
1961, lima tahun lamanya ia berkelana di seluruh negeri dari
satu penyalur ke penyalur ban mobil lainnya. Selama masa
kerja itu, ia mengumpulkan pengalaman mengenai bagaimana
reaksi orang. Ia mengatakan, “Mereka harus dapat melakukan
sesuatu yang positif untuk saya, yaitu membeli ban dari saya.”
Sejak tahun 1970, Helmut Werner bekerja sebagai
manajer aneka produk perusahaanya di kota Luettich, Belgia.
Itu merupakan suatu kegiatan, yang menuntut dia sendiri, dia
bolak balik di semua fungsi bisnis, baik dari segi teknis
maupun segi bisnis, serta segi organisasi maupun segi
strategi pemasaran. Semua tugas itu, menurut Helmut adalah
suatu yang yang amat menarik, pengalaman langsungnya
dengan nasabah/pelanggannya merupakan pendidikan
lanjutan bagi Helmut dan di situ pulalah dia dimatangkan untuk
menjadi wiraswastawan tangguh. “Saya merekomendasikan
tahapan pengalaman yang pragmatis seperti itu bagi setiap
pemuda,” katanya mantap.
Pada tahun 1977, perusahaan itu menyerahkan
tanggung jawab untuk semua kelompok produksi pada Helmut
Werner, dan pada tahun berikutnya dia diangkat menjadi
managing director untuk Eropa, khusus menangani masalah
pemasaran dan pengembangan. Setahun kemudian (1979)
Continental Gummiwerke AG berhasil mengakuisisi (membeli)
Uniroyal Eropa, dan dia diangkat menjadi anggota direksi
termuda.
Hahn yang menjadi presiden direktur perusahaan
Continental Gummiwerke AG dan Baron Englebert sangat
dikagumi dan menjadi panutan Helmut Werner atas kreativitas
dan kehebatan mereka. Sejak tahun 1982 Helmut Werner
orang nomor satu di Continental Gummiwerke AS, dan pada
akhir tahun itu juga perusahaan tersebut meraih keuntungan
sekitar 18 juta mark atau sekitar 20 miliar rupiah. Pada tahun
1983 perusahaan itu meraih pendapatan sampai 45 miliar
rupiah. Begitu pula pada tahun 1984. Selanjutnya, perusahaan
itu terus berkembang dan pada tahun 1987 perusahaan itu
mencaplok General Tire dan berhasil terjun langsung dalam
bisnis di Amerika Serikat.
Ketenaran Helmut Werner ini telah sedemikian rupa,
sehingga ia menjadi rebutan berbagai perusahaan besar. Bos
Volkswagen Carl Hahn menawarkan kepadanya posisi direktur
Audi. Sedangkan Alfred Herrhaussen mengajukan penawaran
yang lebih menggiurkan, sebagai direktur yang mengepalai
divisi kendaraan serba guna dalam jajaran Daimler Benz AG.
Dari prestasi Helmut ini diharapkan dapat menolong
menyelamatkan divisi itu, yang semula menderita rugi.
Bagaimana pun juga, Mercedes-Benz yang mengalami
kemunduran dalam pemasaran kendaraan besar di luar negeri
masih saja merupakan podusen terbesar di dunia untuk
kendaraan angkutan barang.
Helmut Werner bukan hanya memiliki daya pesona
dan semangat korps yang tinggi. Selain itu, menurut pimpinan
direksi umum, Karl Feuerstein, ia adalah tipe wiraswastawan
yang tangguh, yang mempunyai wawasan serta mengetahui
dengan tepat di mana menetapkan titik berat upaya. Dalam
rapat direksi Daimler Holding, ia dikenal sebagai orang yang
kritis dan ampuh pada setiap konflik yang kontruktif.
Di kalangan rekan-rekannya Helmut Werner dikenal
sebagai seorang yang ketat sekali dalam manajemen
keuangan. Ia melakukan kontrol yang ketat dan terus-menerus
memantau arus atas berbagai pengeluaran perusahaan. Pada
usia yang sudah memasuki 50 tahun, ia ingin melibatkan
dirinya dalam perusahaan dan produk kelas satu serta
berkutat pada bisnis internasional. Ia bertanggung jawab atas
produksi kendaraan di 43 negara. Dengan demikian
pengaruhnya semakin besar disusul dengan kewibawaan
yang lebih meyakinkan. Di kalangan direksi ia mempunyai
tingkat kebebasan yang tinggi mengingat prestasinya dalam
meningkatkan volume penjualan kendaraan Mercedes. Ia
menegaskan akan melipatgandakan penjualan sampai tiga
kali lipat daripada Continental Gummiwerke AG. Bagi Helmut
Werner, Mercedes-Benz AG adalah Pusat permobilan dunia.
CHAIRUL TANJUNG
SUKSES BISNIS DI SAAT KRISIS
Belakangan ini, Chairul Tanjung
adalah sosok pengusaha yang
namanya paling banyak disebut ketika
berbicara mengenai peta baru
pengusaha besar nasional. Ia banyak disebut sebagai the
rising star. Pengusaha pemilik Para Group ini berhasil
melakukan lompatan bisnis yang spektakuler justru ketika
ekonomi masih dilanda badai krisis. Lompatan besar bermula
ketika ia memutuskan untuk mengambil alih kepemilikan Bank
Mega pada 1996 lalu. Berkat tangan dinginnya, bank kecil dan
sedang sakit-sakitan yang sebelumnya dikelola oleh kelompok
Bappindo itu kemudian disulap menjadi bank besar dan
disegani. Pada akhirnya bank ini pun menjadi pilar penting
dalam menopang bangunan Para Group. Dua pilar lain adalah Trans TV dan Bandung Supermall.
Sebagai sosok pengusaha sukses yang kini langka, Chairul
dikalangan teman-teman dekatnya sering dijuluki sebagai The
Last of The Mohicans. Sebutan ini mengacu pada sebuah
judul film terkenal produksi Hollywood beberapa tahun lalu
yang menceritakan kisah penaklukan kaum kulit putih
terhadap bangsa Indian di Amerika Serikat sana. Pada
akhirnya, bangsa asli yang sebelumnya menjadi tuan tanah
dan penguasa wilayah itu kemudian semakin terpinggir dan
menjadi sosok langka. Namanya saja sebutan berbau joke
sehingga tetap atau tidak penting.
Yang jelas Chairul bukan tergolong pengusaha "dadakan"
yang sukses berkat kelihaian membangun kedekatan dengan
penguasa. Mengawali kiprah bisnis selagi kuliah di Fakultas
Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, sepuluh tahun
kemudian ia telah memiliki sebuah kelompok usaha yang
disebut Para Group. Kelompok usaha ini dibangun berawal
dari modal yang diperoleh dari Bank Exim sebesar Rp 150
juta. Bersama tiga rekannya yang lain, ia mendirikan pabrik
sepatu anak-anak yang semua produknya diekspor. "Dengan
bekal kredit tersebut saya belikan 20 mesin jahit merek
Butterfly," ujarnya suatu saat kepada Eksekutif.
Kini pengusaha kelahiran 16 Juni 1962 itu menjadi figur
sukses yang sangat sibuk. Ketika Eksekutif meminta
kesempatan untuk sebuah wawancara khusus, ia mengaku
kerepotan untuk memilih waktu yang tepat. Maklum, selain
sibuk mengurus bisnis, pria satu ini juga punya segudang
kegiatan kemasyarakatan. Sebelum terpilih menjadi ketua
umum PB PBSI beberapa waktu lalu, Chairul telah aktif di
berbagai organisasi sosial seperti PMI, Komite Kemanusiaan
Indonesia, anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia
dan sebagainya. "Kini waktu saya lebih dari 50% saya
curahkan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan," ungkapnya.
(Tokoh Indonesia, Repro Eksekutif No. 269)
Sabtu, 08 September 2012
7 keajaiban rezeki
Buku ini membahas tentang keajaiban yang kita dapat saat kita memberi dengan ikhlas,buku yang di tulis oleh seorang masterppiece ini adalah buku yang benar bnar luar biasa,gaya penulisan Ippho santoso,yang berbeda dari kebanyakan penulis yang lain membuat buku ini cepat untuk di fahami oleh semua kalangan
baca oleh ribuan bahkan jutaan orang di berbagai benua..seminarBuku ini tlah di ini menjadi seminaryang terbesar di indonesia,karena diadkan di beberapa benua.. seperti indonesia,malaysia,australia,hongkong,jepang,mesir,filipina
buku ini meungkap kan dahsyat nya otak kanan,buat rekan yang penasaran dengan buku ini bisa download ebook nya di sini.
anda akan di beri tahu bagaimana dahsyat sidik jari kemenangan ,Sepasang bidadari,simpul perdagangan,and more.masih banyak buku seri otak kanan ippho santoso.seperti 10 jurus terlarang, 13 wasiat terlarang
7 keajaiban rezeki. anda bisa kunjungi web ippho santoso ippho santosountuk mengetahui buku yang telah di tulis nya dan telah di terbitkan.
salam otak kanan
Langganan:
Postingan (Atom)






